Provinsi Gorontalo

50.734 Penduduk Usia Kerja di Gorontalo Terdampak Covid-19

REDAKSI69.COM – Situasi Pandemi COVID-19 yang belum berakhir masih mempengaruhi keadaan ketenagakerjaan di Provinsi Gorontalo sampai dengan bulan Februari.

Meskipun pengaruhnya tidak sekuat pada Agustus 2020. Secara total, penduduk usia yang terdampak oleh pandemi Covid-19, mulai dari menjadi pengangguran, menjadi bukan angkatan kerja, berkurangnya jam kerja, hingga menjadi tidak bekerja sebesar 50.734 orang atau 5,64 persen.

“Jumlah ini berkurang sebanyak 7,58 persen poin dibandingkan kondisi Agustus 2020 yang mencapai 13,22 persen penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 atau sebanyak 118.192 orang,” Ungkap Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Rudy Cahyono, SST, Rabu (5 / 5/2021).

Dikatakan, jumlah penduduk yang menjadi pengangguran akibat pandemi Covid-19 sebanyak 1.445 orang.

Angka ini lanjut Rudy mencapai 6,98 persen dari total pengangguran Februari 2021 yang dapat mencapai 20.688 orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 3,41 persen. 

“TPT ini mengalami penurunan 0,87 persen poin dibandingkan Agustus 2020 (4,28 persen) dan mengalami kenaikan 0,12 persen poin jika dibandingkan Februari 2020 (3,29 persen),” Imbuhnya.

Dampak pandemi Covid-19 juga dirasakan oleh penduduk bekerja, yaitu dalam bentuk perubahan jam kerja hingga menjadi tidak bekerja. Penduduk bekerja yang mengalami kebajikan jam kerja mencapai 40.313 orang dan yang mengalami perubahan status dari bekerja menjadi sementara tidak bekerja sebanyak 6.562 orang.

 “Penduduk yang sebelum pandemi memiliki pekerjaan dan kemudian pada Februari 2021 memilih tidak aktif di pasar kerja atau menjadi bukan angkatan kerja sebanyak 2.414 orang,” tandasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button