Provinsi Gorontalo

Gubernur Gorontalo Beberkan Cara Kerja Birokrasi di Pemprov

REDAKSI69.COM – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kembali hadir sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Gorontalo Selasa (08/09) kemarin. Orang nomor satu di Gorontalo itu, bersaksi untuk perkara Gorontalo Outer Ring Road (GORR), dengan terdakwa GT alias Gabril. Mantan Kakanwil BPN Gorontalo. 

Dalam kesaksiannya, dihadapan majelis hakim, Rendra Yozar Dharma Putra SH, hakim anggota masing masing Banelaos Naipospos SH dan Cecep Dudi Mukhlis Sabigin SH. Rusli Habibie lebih banyak menjawab pertanyaan umum . Seputaran awal mula di programkannya sejumlah proyek infrastruktur. Diantaranya adalah proyek GORR.

Menurut Rusli Habibie. Pembangunan GORR itu ada empat tahap. Pertama 1. Persiapan. 2. Perancanaan 3. Pelaksanaan 4. Penyerahan. Dalam pelaksanaannya empat tahapan ini tidak dilaksanakan sendiri oleh Pemprov. Tapi harus melibatkan lembaga teknis. Seperti Apraisal, BPN. Selain itu melibatkan lembaga teknis di jajaran pemprov.

Related Articles

“Seluruh pembangunan infrastruktur itu masuk dalam RPJMD. Hanya saja dalam RPJMD tidak diurai secara detail. Proyek proyek yang akan dibangun. Itu dibahasakan dalam pembangunan infrastruktur. Seperti bandara, danau Limboto, termasuk didalamnya adalah persiapan pembangunan GORR. Jadi tidak benar kalau proyek GORR tidak masuk dalam RPJMD,” ujar Rusli Habibie menjawab pertanyaan tim JPU Anto Widhi Nugroho SH.

Terkait dengan bidang teknis. Pemprov telah membentuk panitia teknis yang melibatkan OPD yang telah diangkat dalam jabatan yagn memiliki tugas dan fungsi.

“Tim tekknis inilah yang mengkaji aturan, UU, dan tahapan peraturan terkait dengan pelaksanaan pembangunn GORR. Dan setiap rapat evaluasi, saya selalu menekankan agar bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Cepat tapi sesuai aturan,”ujar Rusli Habibie.

Sekalipun ia sebagai gubernur. Tapi secara teknis ia tidak menguasai. Tim teknis inilah yang bekerja mengkaji dan melaksanakan dilapangan. “ Dalam rapat evaluasi, saya selalu mendapatkan laporan sesuai dengan progress. Dan itu dibuktikan dengan tanda tangan tim teknis setiap dokumen. Setelah itu barulah saya tanda tangan,’ tegas Rusli Habibie.

Demikian pula terkait dengan persoalan AMDAL, Penlok dan lainya. Saya mendapat laporan dari tim teknis kalau itu sudah dilaksanakan. “ saya mendapat penjelasan dari Kadis PU Provinsi Gorontalo Nurdin Mokoginta saat itu pembentukan FS itu sudah ada amdalnya tapi masih bersifat umum. Dan setelah penetapan lokasi (Penlok) barulah dilakukan kajian amdal secara utuh karena sudah jelas lokasi pembangunannya.

‘ Jadi langkah langkah dilakukan Pemprov itu selalu berpijak pada aturan. Tentunya dilaksanakan oleh tim teknis. Dan dalam laporannya ke saya  demikian,’ tegas Rusli Habibie. Rusli sempat ditanyakan oleh majelis hakim. Bagaimana jika apa yang dilakukan tim teknis itu tidak sesuai aturan. Siapa bertanggung jawab ?
Gubernur Gorontalo itu menjawab lugas. Dengan adanya tim teknis mereka bekerja sesuai bidang dan keahliannya. Jika mereka tidak bekerja secara benar, maka mereka harus bertanggung jawab. “ tidak mungkin gubernur mengambil alih seluruh pekerjaan, hingga ke hal teknis,’ tegas Rusli Habibie.

Ia mencontohkan terkait dengan tugas dan fungsi aprasail dan BPN. Itu tidak bisa diambil alih oleh Pemprov atau gubernur. Tanpa data dari kedua lembaga ini, pemprov tidak bisa bekerja, mengolah secara administrasi, proses pembayaran ke pemilik lahan. “ Itupun pemprov dalam hal ini tinggal mencek lis. Validasi dokumen yang dikeluarkan oleh dua badan ini. Demikian juga ditingkat OPD yang tergabung dalam tim teknis,’ ujar Rusli Habibie dalam sidang kemarin.  
ALASAN DIBANGUN GORR
Menjawab pertanyaan kuasa hokum GT alias Gabriel soal manfaat GORR.  Rusli menegaskan, tujuan dibangunnya GORR itu untuk mengurai kemacetan di wilayah Provinsi Gorontalo. Dan ini sudah merupakan program pembangunan yang diucapkannya dalam visi misi ketika terpilih menjadi gubernur Gorontalo bersama wakil gubernur Gorontalo Idris Rahim. Dan faktanya,sekarang ini GORR sudah dinikmati oleh masyarakat Gorontalo.

“ Bukan hanya masyarakat. Sayapun sudah menikmati jalan tersebut,’ ujarnya.

Hanya saja diakuinya ada beberapa segmen yang harus dirampungkan dan dilanjutkan. Tapi karena masalah anggaran saja.

“ Insya ALLAH 2022 nanti pembangunan-nya akan dilanjutkan,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button