Hukrim

Terkait Dugaan Kasus Oknum Kadis Kominfo Kabgor, Kasat Reskrim : Masih Tahap Penyelidikan

REDAKSI69.COM – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Limboto, yang di ketuai Susanto Kadir bersama klienya kembali mendatangi Polres Gorontalo Kota pada, Senin sore (19/04/2021).

Terkait dugaan penggerebekan dilakukan Selasa (16/2/2021) sekitar pukul 20.30 Wita oleh polisi pada oknum Kadis Kominfo Kabupaten Gorontalo (Kabgor) HST bersama VAS yang merupakan isteri sah Eka Wijaya Ismail. Bertempat di salah satu kamar kos-kosan di Jalan KH Adam Zakaria, Kelurahan Dembe Jaya, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo beberapa waktu lalu terus bergulir.

Olehnya itu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Limboto, yang di ketuai Susanto Kadir bersama klienya kembali mendatangi Polres Gorontalo Kota guna meminta penanganan kasus tersebut harus terus berjalan.

Namun sangat disayangkan, sesampainya di Polres Gorontalo Kota, Susanto Kadir, dan klienya itu tidak dapat bertemu dengan penyidik yang menangani kasus yang “Viral Dimedia Sosial” diakibatkan masih tidak berada di kantor, akan tetapi hendak menjumpai Kopolres, dan Kasat Reskrim keduanya beralasan mengikuti Zoom Meeting.

“Seperti biasanya, kami mendatangi lagi Polres Gorontalo Kota itu dalam rangka untuk ingin mengetahui, atau mengkroscek progres penanganan perkara yang dilaporkan oleh klien kami saudara Eka Wijaya Ismail,” ujar Susanto Kadir kepada sejumlah awak media.

LBH Limboto menambahkan, bahwa sepekan yang lalu pihaknya bersama klien Eka Wijaya sempat mendatangi Polres Gorontalo Kota guna untuk mengetahui tindak lanjut kasus itu.

“Sebelumnya, pada sepekan yang lalu kita juga sudah datang dengan tujuannya sama, yaitu mengkroscek penanganan perkara itu sudah sejauh mana. Dan penyidik menyampaikan mereka sudah gelar perkara, dan belum sampai pada tahap sidik, karena harus meminta bantuan keterangan ahli dulu makanya itu yang kita cek hari ini,” tambahnya.

Tapi sangat disayangkan, saat mendatangi Polres Gorontalo, baik Kapolres, Kasat Reskrim, dan Penyidik tidak dapat ditemui dikarenakan memiliki kesibukan yang berbeda-beda.

“Bahkan penyidiknya tak bisa ditemui, karena dia masuk di SPN lagi ikut pendidikan. Dan pak Kasat Reskrim kami cek kepada teman – teman penyidik juga tidak ada, jadi kita belum bisa memberikan informasi tentang perkembangan kasus itu. Namun prosesnya terus kita pantau, dan dorong supaya penyidik tetap konsisten, profesional menjalankan tugas tugas kewenangannya dalam melakukan penyelidikan terhadap kasus yang sudah dilaporkan oleh klien kami,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Eka Wijaya Ismail selaku pelapor membantah adanya berita di salah satu media masa. Disitu dijelaskan bahwa Oknum kadis Kominfo HST, dan VAS tidak sedang berbuat apa-apa, dan anehnya lagi kata Eka dalam berita itu pintu kamar tidak dikunci.

“Kalau sesuai yang saya lihat di kamar itu isteri saya sudah tidak menggunakan pakaian yang dari rumah jadi bawahannya saja yang beda celananya sudah celana kolor, atau boxer dari rumah itu dia menggunakan celana jeans warna hitam,” bantah Eka.

“Pintu dikunci malahan kita ketok-ketok ada selang beberapa menit baru mereka keluar itupun pak HST yang keluar lebih dulu terus pintu ditutup kembali setelah kita masuk lagi isteri saya dibalik pintu sudah memakai celana kolor, atau boxer warna kuning,” tuturnya.

Kembali Eka Wijaya mengungkapkan, terkait isu-isu yang mengatakan bahwa dirinya sudah mendiamkan laporannya di Polres Gorontalo Kota.

“Oh itu tidak benar, jadi saya tetap  maju, dan mengikuti proses hukum yang berjalan, karena kami tetap percaya tim penyidik di Polres Gorontalo Kota bisa dipegang kata -katanya, Insya Allah sama-sama kita berdoa ini cepat selesai,” ungkapnya.

Terakhir, dirinya berharap kepada Pemerintah Daerah Kabgor agar ikut mengusut tuntas terkait persoalan dugaan oknum Kadis Kominfo Kabgor bersama istrinya di kamar kos kosan, sebab merusak citra daerah.

“Harapannya ke Pemda juga semoga Pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo tidak tinggal diam tetap selalu mengusut masaalah ini, karena biar bagaiman akan menjadi contoh bagi teman-teman ASN lainya,” harapnya.

Saat dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota Akp Laode Arwansyah  mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Tapi dalam waktu dekat akan diadakan gelar perkara terkait dapat atau tidaknya dinaikkan ke penyidikan.***

Sumber : gosulut.id jaringan REDAKSI69.COM

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button